• Jelajahi

    Copyright © Repetisi Net
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    DPC PDIP Sumenep Tanam Pohon di Perbukitan Batuan Peringati Hari Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri

    Repetisi
    Sabtu, 24 Januari 2026, 15:04 WIB Last Updated 2026-01-24T08:04:12Z
    masukkan script iklan disini
    DPC PDIP Sumenep Tanam Pohon di Perbukitan Batuan Peringati Hari Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri

    • DPC PDIP Sumenep menggelar aksi penanaman pohon di perbukitan Kecamatan Batuan sebagai bentuk pelestarian alam.
    • Kegiatan ini merupakan instruksi serentak pusat sekaligus kado ulang tahun ke-79 untuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
    • Masyarakat mengapresiasi aksi tersebut namun mendesak agar reboisasi difokuskan pada lahan bekas tambang ilegal.









    DPC PDIP Sumenep Tanam Pohon di Perbukitan Batuan Peringati Hari Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri

    REPETISI.NET - SUMENEP – Kawasan perbukitan di Kecamatan Batuan, Sumenep, mendadak ramai oleh kedatangan pengurus dan kader DPC PDI Perjuangan. Mereka berkumpul untuk menghijaukan kembali area tersebut melalui aksi penanaman pohon.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keseimbangan ekosistem di ujung timur Pulau Madura. Ketua DPC PDIP Sumenep, Achmad Fauzi, memimpin langsung jalannya kegiatan bersama jajaran struktural dan simpatisan partai.

    "Aksi ini sudah berulang kali di lakukan bersama seluruh struktur partai. Ini adalah komitmen untuk terus berkontribusi menjaga lingkungan,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi, dikutip dari Memorandum, Jumat (23/01/2026).

    Gerakan penghijauan ini bukan sekadar aktivitas lokal, melainkan tindak lanjut dari instruksi DPP PDIP yang dilaksanakan serentak oleh kader di seluruh pelosok Indonesia.

    Momen ini juga menjadi sangat spesial bagi para kader berlambang banteng moncong putih tersebut. Pasalnya, penanaman pohon ini digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

    Meski mendapatkan respons positif, aksi ini memicu beragam aspirasi dari publik. Sebagian warga menilai reboisasi sangat krusial untuk menjaga keseimbangan alam agar tidak terjadi bencana di masa depan.

    Namun, masyarakat juga memberikan catatan kritis. Warga menginginkan agar fokus penanaman pohon dialihkan ke titik-titik bekas penambangan ilegal yang hingga kini masih marak terjadi di beberapa wilayah Sumenep.

    "Kami tidak ingin Sumenep mengalami hal yang sama dengan Sumatera," tegas salah satu warga yang mengkhawatirkan dampak kerusakan lingkungan akibat tambang yang tak terkendali.

    Publik juga mengingatkan agar aksi ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Perawatan bibit pohon setelah ditanam jauh lebih penting daripada sekadar dokumentasi untuk konsumsi media massa.

    "Aksi tanam pohon bagus, tapi jangan lupa merawatnya. Menanam itu mudah, merawat itu susah. Jika setelah menanam, lalu difoto, lalu diberitakan di media, tapi setelah itu ditinggalkan dan tidak dirawat, maka sama dengan pekerjaan sia-sia," tambah warga lain.

    Harapan besar kini tertuju pada pundak pemangku kebijakan. Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah mulai berani menyentuh isu-isu lingkungan berskala besar demi kemajuan dan keselamatan masa depan Kabupaten Sumenep.

    Harapan warga ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan strategis pelestarian lingkungan jangka panjang.


    (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini