REPETISI.NET - SUMENEP - Tarawih malam kedua di masjid dan musalla di Sumenep kembali normal, jamaahnya tidak lagi meluap hingga ke jalan raya. Tidak juga dijaga ketat oleh polisi.
Tarawih malam kedua, Tuhan kembali dianggap penting oleh para jemaah yang rela bertahan melakukan ibadah tarawih bukan karena panggilan uang.
Sebelumnya, di hari tarawih malam pertama, kesakralan ibadah menjadi berkurang nilai akibat bombardir bagi-bagi uang dengan judul "penyaluran zakat mal" yang dilakukan oleh seorang Anggota DPR RI.
Spontan, Kabupaten Sumenep mendadak jadi sorotan setelah rekaman video yang memperlihatkan lautan manusia mengular di jalanan viral di jagat maya.
Bukan tanpa alasan, ribuan warga tersebut rupanya sudah bersiap mengambil tempat untuk melaksanakan salat tarawih malam pertama Ramadan 1447 H.
Pemandangan ini terlihat jelas di sepanjang jalan depan Musala Wakaf Abdullah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota, Sumenep.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para jemaah ini sudah memadati lokasi sejak sore hari, bahkan ada yang datang sejak siang.
Usut punya usut, membludaknya jumlah warga ini berkaitan erat dengan kegiatan pembagian zakat mal rutin.
Zakat tersebut dibagikan oleh politisi senior PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, kepada para jemaah yang hadir.
Tim distribusi zakat mal MH Said Abdullah, Moh. Fauzi, membenarkan adanya penyaluran bantuan tersebut pada Ramadan tahun ini.
Ia menyebutkan bahwa Anggota DPR RI asal Sumenep itu kembali menunaikan kewajibannya kepada ribuan warga.
"Pembagian zakat mal ini merupakan kewajiban yang ditunaikan oleh Bapak Said Abdullah dan rutin dilaksanakan setiap tahun," kata Fauzi, Jumat (20/02/2026).
Tahun ini, distribusi zakat dilakukan secara serentak di delapan titik yang tersebar di beberapa wilayah.
Lokasi tersebut meliputi Masjid Laju, Masjid Wakaf Abdullah di Kecamatan Kota, hingga Masjid Fathimah binti Said Gauzan di Manding.
Video yang viral itu sendiri diketahui diambil pada Rabu sore (18/02) di depan Musala Abdullah, Jalan Meranggi.
Adapun zakat mal yang diberikan berupa uang tunai dalam amplop putih polos tanpa embel-embel logo atau gambar tertentu.
Fauzi menegaskan bahwa seluruh proses pembagian berjalan dengan tertib meski diikuti oleh ribuan orang.
Pihaknya berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menjalani ibadah di bulan puasa.
(*)


