- Seorang petani di Tiongkok mencoba mengangkut babi menggunakan drone untuk menghemat waktu.
- Drone tersebut tersangkut di kabel listrik tegangan tinggi karena jarak pandang yang rendah.
- Insiden ini menyebabkan pemadaman listrik selama 10 jam dan kerugian biaya perbaikan yang besar.
REPETISI WORLD - Sebuah kejadian unik sekaligus merepotkan terjadi di Kabupaten Tongjiang, Sichuan, Tiongkok. Niat hati ingin praktis mengangkut hewan ternak, seorang petani justru membuat satu desa gelap gulita.
Petani tersebut menggunakan drone untuk membawa babi dari pegunungan menuju rumah potong hewan. Namun, perangkat canggih itu justru tersangkut di kabel listrik tegangan tinggi.
Mengutip dari laman CNBC Indonesia, akibat insiden ini, seekor babi terlihat tergantung di udara. Hal ini memicu pemadaman listrik yang berlangsung selama 10 jam di wilayah tersebut.
Si petani beralasan bahwa kondisi cuaca saat itu menjadi penyebab utama. Ia mengaku pandangannya terbatas karena langit masih dalam keadaan gelap.
"Tali yang terpasang pada drone tersangkut pada kabel listrik saat membawa babi pertama, menyebabkan hewan dan drone tersebut tergantung di udara," tulis laporan tersebut.
Pihak otoritas listrik setempat terpaksa turun tangan untuk mengevakuasi babi dan memperbaiki jaringan. Tak tanggung-tanggung, belasan petugas dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Kami mengirim 12 pekerja untuk memperbaiki saluran listrik. Biaya perbaikannya sekitar 10.000 yuan," ujar seorang karyawati penyedia listrik setempat.
Kisah "babi terbang" ini mendadak viral setelah videonya tersebar di media sosial. Banyak netizen yang terheran-heran dengan aksi nekat petani tersebut.
"Apakah ini nyata? Drone sekecil itu tidak mungkin mampu mengangkat sesuatu seberat babi," tulis salah satu pengguna internet yang ragu.
Netizen lainnya justru melontarkan candaan sarkas. Ia menyebutkan bahwa pepatah lama Amerika tentang 'ketika babi terbang' akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.
Namun, aksi ini berbuntut panjang bagi si petani. Pihak kepolisian setempat kini tengah melakukan investigasi terkait pelanggaran hukum penerbangan.
Petani tersebut diduga mengoperasikan drone di zona larangan terbang. Selain itu, beban babi yang diangkut dianggap melebihi kapasitas muatan drone yang digunakan.
"Kami masih mengumpulkan bukti. Jika terbukti melanggar hukum, dia akan menghadapi hukuman administratif dan diwajibkan mengganti kerugian peralatan listrik," tegas petugas kepolisian.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga desa di Tiongkok yang kini mulai masif menggunakan drone untuk keperluan pertanian di area pegunungan. Kelalaian dalam penggunaan teknologi ini rupanya bisa berdampak fatal bagi fasilitas publik.
(*)


