• Jelajahi

    Copyright © Repetisi Net
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Trump Ancam Kenakan Tarif Seratus Persen Produk Kanada Terkait China

    Repetisi
    Minggu, 25 Januari 2026, 09:18 WIB Last Updated 2026-01-25T02:18:05Z
    masukkan script iklan disini
    Trump Ancam Kenakan Tarif Seratus Persen Produk Kanada Terkait China


    • Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100% terhadap seluruh produk Kanada jika negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China.
    • Ketegangan meningkat setelah PM Kanada Mark Carney mengumumkan kemitraan strategis dengan Beijing dan memangkas tarif kendaraan listrik asal China.
    • Pemerintah Kanada membantah sedang mengupayakan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan China dan menegaskan hanya fokus pada penyelesaian isu tarif tertentu.







    Trump Ancam Kenakan Tarif Seratus Persen Produk Kanada Terkait China



    REPETISI WORLD - Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada berada di ambang krisis setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman ekonomi yang drastis. Trump berjanji akan menutup akses pasar bagi produk Kanada jika negara tetangganya itu tetap melanjutkan kerja sama ekonomi dengan China.

    "Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, mereka akan segera dipukul dengan tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS," tulis Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social.

    Pernyataan keras ini muncul tak lama setelah Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengumumkan kemitraan strategis dengan Beijing. Carney sepakat untuk menurunkan tarif terhadap berbagai produk, sebuah langkah yang awalnya sempat disebut Trump sebagai "hal baik".

    Situasi berubah cepat setelah Carney memberikan pidato di Davos. Dalam kesempatan itu, ia menyebut tatanan dunia yang dipimpin AS telah pecah dan mendesak negara-negara kekuatan menengah untuk bersatu menghadapi pemaksaan ekonomi oleh negara besar.

    Trump merespons pidato tersebut dengan tajam pada keesokan harinya. Ia menyatakan bahwa Kanada bisa bertahan hidup karena bantuan Amerika Serikat, sekaligus menarik undangan bagi Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian miliknya.

    Dalam unggahan terbarunya, Trump menuduh Carney mencoba menjadikan Kanada sebagai pelabuhan perantara bagi barang-barang China untuk masuk ke wilayah AS. Ia menegaskan tidak akan membiarkan skema tersebut terjadi di bawah pengawasannya.

    Menteri Perdagangan Kanada untuk AS, Dominic LeBlanc, mencoba meredakan situasi lewat pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China.

    Menurut LeBlanc, kesepakatan yang dicapai minggu lalu hanyalah resolusi atas beberapa masalah tarif yang mendesak. Ia menyatakan fokus Kanada tetap pada penguatan ekonomi nasional dan diversifikasi kemitraan global.

    Berdasarkan kesepakatan Carney dan Xi Jinping, China akan menurunkan retribusi minyak kanola Kanada dari 85% menjadi 15% pada Maret mendatang. Sebagai imbalannya, Kanada memangkas pajak kendaraan listrik China dari 100% menjadi hanya 6,1%.

    Langkah diversifikasi ini diambil Kanada untuk mengurangi ketergantungan pada AS. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian kebijakan tarif Trump yang kerap berubah-ubah selama periode kepemimpinannya.

    Apakah ancaman tarif ini benar-benar akan dieksekusi atau sekadar gertakan diplomatik masih menjadi tanda tanya besar bagi pasar global. Saat ini, para pelaku industri di kedua negara sedang memantau perkembangan koordinasi antara Gedung Putih dan kantor Perdana Menteri Kanada.

    (*)





    Source: BBC

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini