• Jelajahi

    Copyright © Repetisi Net
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Cara Sumenep Lawan Pinjol Lewat Akses Modal Tanpa Bunga buat Nelayan

    Repetisi
    Minggu, 11 Januari 2026, 19:54 WIB Last Updated 2026-01-11T12:54:39Z
    masukkan script iklan disini
    Cara Sumenep Lawan Pinjol Lewat Akses Modal Tanpa Bunga buat Nelayan



    SUMENEP – REPETISI.NET - Fenomena pinjaman online (pinjol) yang mencekik rupanya sudah mulai "berenang" ke laut dan menyasar para pahlawan protein kita.

    Menanggapi keresahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan finansial bagi para nelayan agar tidak lagi terjebak bunga pinjol yang lebih tajam dari duri ikan pari.

    Melalui kolaborasi strategis dengan Bank Perkreditan Rakyat Sumenep (BPRS) Bhakti Sumekar, Pemkab meluncurkan program modal usaha tanpa bunga yang dijamin bikin dompet nelayan kembali tersenyum.

    Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Joni Hariyanto, mengonfirmasi bahwa skema ini merupakan bentuk kasih sayang pemerintah dalam bentuk subsidi.

    "Melalui kerja sama ini, para nelayan bisa mengajukan pinjaman, dan Pemkab Sumenep membantu subsidi bunga atas pinjaman yang dilakukan nelayan," katanya saat ditemui di Sumenep, Kamis. Jadi, nelayan cukup bayar pokoknya saja, bunganya biar Pemkab yang urus sampai tuntas.

    Tidak hanya bapak-bapaknya yang diperhatikan, para "menteri keuangan" rumah tangga alias para istri nelayan juga kebagian jatah panggung. Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Sumenep, Silviana Halidah, memaparkan bahwa modal tanpa bunga ini bisa diakses untuk memperkuat usaha mikro di pesisir.

    "Jika istri nelayan memiliki usaha maka bisa juga mengakses modal usaha ke BPRS Sumenep dengan ketentuan sebagaimana yang berlaku pada nelayan," katanya.

    Namun, harap dicatat, program ini bukan bantuan "uang kaget" yang bisa didapat tanpa syarat. Ada filter ketat agar nelayan juga melek proteksi diri. Silviana menyambung bahwa tidak semua nelayan bisa langsung "nyemplung" menikmati program ini karena ada prasyarat wajib berupa kepesertaan Jamsostek minimal pada dua program: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

    Berdasarkan data terkini, baru sekitar 2 ribu nelayan yang terproteksi Jamsostek dari total populasi 34.818 nelayan di Sumenep. Padahal, kartu sakti Jamsostek inilah yang menjadi kunci pembuka pintu brankas BPRS.

    "Sementara yang bisa mengakses pinjaman tanpa bunga dari kerja sama antara Pemkab Sumenep dengan BPRS Bhakti Sumekar ini adalah mereka yang mengikuti program Jamsostek tersebut," katanya.

    Langkah ini diharapkan menjadi pukulan telak bagi para lintah darat digital sekaligus menjadi pelampung ekonomi yang kokoh bagi masyarakat pesisir ujung timur Pulau Madura tersebut.

    (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini