• Jelajahi

    Copyright © Repetisi Net
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Blunder Budaya dalam Podcast Sumenep Menyapa Tampilkan Keris Solo di Siaran Nasional

    Repetisi
    Sabtu, 10 Januari 2026, 06:35 WIB Last Updated 2026-01-09T23:35:31Z
    masukkan script iklan disini
    Blunder Budaya dalam Podcast Sumenep Menyapa Tampilkan Keris Solo di Siaran Nasional


    • Acara "SUMENEP MENYAPA" menuai kritik pedas karena salah menampilkan visual keris Surakarta saat membahas budaya lokal Madura.
    • Kurator Keris Helmi Art Museum menilai insiden ini sebagai bukti lemahnya pemahaman OPD Sumenep terhadap identitas daerahnya sendiri.
    • Kesalahan fatal dalam siaran nasional tersebut dianggap sebagai tamparan keras bagi kredibilitas Pemkab Sumenep dalam upaya pelestarian budaya.

    RePetisi.net - Sumenep - Kredibilitas Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sumenep dalam mempromosikan warisan leluhur menuai reaksi negatif setelah terjadi kesalahan fatal dalam acara "SUMENEP MENYAPA".

    Maksud baik melakukan branding budaya lokal Madura yang disiarkan secara langsung melalui media milik negara dan platform YouTube pada Jumat (9/1/2026) ini berujung pada kritik pedas akibat ketidaktelitian visual yang ditampilkan ke publik.

    Mengutip Peka Aksara (9/1/2026), dalam acara Sumenep Menyapa tersebut, ironisme muncul ketika tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumenep sedang memaparkan kekayaan kebudayaan lokal, namun layar presentasi justru memampang gambar keris gaya Surakarta (Solo) dengan model warangka Ladrang.

    Kesalahan itu dianggap bukan sekadar masalah teknis, melainkan cerminan dangkalnya referensi dan pemahaman birokrasi terhadap budaya daerah sendiri yang seharusnya mereka lindungi.

    Pemilik Helmi Art Museum Sumenep sekaligus Kurator Keris, menyayangkan keras kekeliruan tersebut. Menurutnya, kesalahan visual ini menunjukkan lemahnya pemahaman dasar terhadap budaya lokal yang justru ingin dipromosikan.

    “Niatnya memang bagus, ingin memasarkan budaya Sumenep ke publik nasional. Tapi penyampaiannya keliru. Yang ditampilkan justru keris gaya Surakarta,” ujarnya.

    Padahal, lanjutnya, Sumenep memiliki kekayaan model keris yang jumlahnya begitu banyak. Ia menegaskan bahwa Sumenep memiliki kekhasan budaya sendiri, termasuk tradisi perkerisan Madura yang memiliki karakter, bentuk, dan filosofi berbeda dengan keris Jawa gaya Surakarta.

    “Kalau bicara budaya Sumenep, yang ditampilkan seharusnya identitas Sumenep, bukan budaya daerah lain. Ini bukan sekadar salah gambar, tapi salah pemahaman,” tambahnya.

    Lebih jauh, pengamat tersebut menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi keseriusan Pemkab Sumenep dalam merawat dan memahami budayanya sendiri. 

    Insiden itu mencoreng wajah daerah di level nasional karena ketidakmampuan membedakan produk budaya sendiri dengan daerah lain.

    “Ini memalukan. Bicara budaya daerah sendiri di ruang publik nasional, tapi simbol yang ditampilkan malah budaya luar. Seolah-olah kita tidak punya identitas,” tegasnya.

    Kesalahan visual dalam Sumenep Menyapa tersebut menjadi catatan hitam bagi OPD terkait agar lebih selektif dan kompeten dalam menyusun materi promosi daerah.

    Tanpa riset yang mendalam, ambisi memasarkan budaya justru akan menjadi bumerang yang mempermalukan identitas kolektif masyarakat Sumenep di mata dunia.


    (*)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini