• Jelajahi

    Copyright © Repetisi Net
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Strategi Diplomasi Transaksional Donald Trump Guncang Tatanan Global

    Repetisi
    Minggu, 25 Januari 2026, 16:08 WIB Last Updated 2026-01-25T09:08:24Z
    masukkan script iklan disini
    Strategi Diplomasi Transaksional Donald Trump Guncang Tatanan Global


    • Presiden Donald Trump mencabut undangan Kanada dalam Board of Peace setelah bersitegang dengan PM Mark Carney.
    • Sejumlah sekutu Barat, termasuk Denmark dan Inggris, menyatakan kekecewaan atas ancaman tarif dan komentar merendahkan terkait kontribusi militer NATO.
    • Pemimpin dunia mulai mencari aliansi alternatif, termasuk mendekat ke Tiongkok, sebagai respons atas ketidakpastian kebijakan luar negeri Amerika Serikat.



    REPETISI WORLD – Ketegangan diplomatik melanda forum ekonomi dunia saat Presiden Donald Trump secara terbuka merombak peta aliansi global melalui pendekatan personal yang agresif.

    Trump resmi membatalkan undangan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, untuk bergabung dalam Board of Peace. Langkah ini diambil setelah Carney menunjukkan sikap kritis terhadap dominasi Amerika Serikat.

    Board of Peace, yang dipimpin langsung oleh Trump, awalnya dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza. Namun, organisasi ini kini dicurigai para analis sebagai upaya untuk menyaingi peran PBB.

    Di Davos, Trump juga sempat mengancam akan memberlakukan tarif tinggi terhadap Swiss. Alasan yang dikemukakan cukup mengejutkan; ia merasa pemimpin negara tersebut menyinggung perasaannya dalam sebuah panggilan telepon.

    Tekanan serupa dialami Denmark. Trump mendesak negara tersebut untuk menyerahkan kendali atas Greenland kepada AS, sembari memberikan ancaman tersirat akan konsekuensi diplomatik jika permintaan itu ditolak.

    Rentetan peristiwa sepekan terakhir ini mempertegas niat Trump untuk menghapus tatanan internasional berbasis aturan yang telah dipegang teguh sejak Perang Dunia II.

    Sebagai gantinya, Trump memajukan sistem yang digerakkan oleh naluri pribadi. Di dalamnya, sanjungan atau kekesalan pribadi presiden bisa menentukan nasib hubungan perdagangan antarnegara.

    Senator Republik, Lisa Murkowski, mengungkapkan kekhawatiran para sekutu yang merasa bingung. Menurutnya, stabilitas AS sebagai mitra dagang kini mulai dipertanyakan oleh banyak pihak.

    Para pemimpin dunia tidak tinggal diam. Mark Carney menyerukan agar negara-negara kekuatan menengah bersatu agar tidak hanya menjadi "menu" dalam persaingan kekuatan besar.

    Di London, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam pernyataan Trump yang meremehkan pengorbanan tentara NATO di Afghanistan. Starmer mengingatkan bahwa ratusan personel Inggris gugur demi membela kepentingan AS pasca-tragedi 9/11.

    Strategi "maksimalis" ini dikhawatirkan akan mendorong negara-negara Barat untuk mencari perlindungan diplomatik ke pihak lain. Carney sendiri telah melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk menemui Presiden Xi Jinping.

    Jake Sullivan, mantan penasihat keamanan nasional, menilai kekacauan hubungan aliansi ini menjadi keuntungan strategis bagi Tiongkok dalam memperkuat pengaruh global mereka.

    Meskipun menuai kritik tajam, pemerintahan Trump menunjukkan tanda-tanda akan terus melaju. Pentagon baru saja merilis strategi pertahanan yang meminta para sekutu untuk mengurus keamanan mereka sendiri.

    Kini, dunia sedang menyaksikan eksperimen diplomatik yang berisiko tinggi. Nasib kerja sama internasional bergantung pada dinamika hubungan personal yang cair dan sulit diprediksi.


    (*)







    Source: Yahoo News
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini